HomeRisetDaily Report

Macro Update - Policy Rate Updates: BI Delivers Another 25bps Hike to Support Rupiah Stability

BI kembali menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25bps menjadi 5,75%, menandai kenaikan suku bunga ketiga secara berturut turut dan membawa total pengetatan kebijakan menjadi 100bps dalam dua bulan terakhir, yang menegaskan komitmen kuat bank sentral dalam menjaga stabilitas eksternal. Menurut pandangan kami, langkah ini masih terutama ditujukan untuk mendukung penguatan Rupiah, yang telah menguat sebesar 0,72% MTD menjadi IDR17.730/USD setelah kembali berada di bawah level IDR18.000/USD, sementara BI juga mulai memberikan perhatian lebih terhadap risiko inflasi seiring akselerasi WPI menjadi 5,76% YoY pada Mei 26 dan kenaikan inflasi inti tanpa emas menjadi 1,63% YoY dari 1,36% pada Apr 26.

Daily ReportJessica Tasijawa19 Jun 2026

BI kembali menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25bps menjadi 5,75%, menandai kenaikan suku bunga ketiga secara berturut-turut dan membawa total pengetatan kebijakan menjadi 100bps dalam dua bulan terakhir, yang menegaskan komitmen kuat bank sentral dalam menjaga stabilitas eksternal. Menurut pandangan kami, langkah ini masih terutama ditujukan untuk mendukung penguatan Rupiah, yang telah menguat sebesar 0,72% MTD menjadi IDR17.730/USD setelah kembali berada di bawah level IDR18.000/USD, sementara BI juga mulai memberikan perhatian lebih terhadap risiko inflasi seiring akselerasi WPI menjadi 5,76% YoY pada Mei-26 dan kenaikan inflasi inti tanpa emas menjadi 1,63% YoY dari 1,36% pada Apr-26.

Kenaikan tajam yield SRBI dan SBN sejak awal tahun telah meningkatkan daya tarik aset keuangan Indonesia sekaligus mendukung upaya stabilisasi yang dilakukan BI.

Per 18-Jun-26, yield SBN 10 tahun telah naik 92bps YTD menjadi sekitar 7,0%, sementara yield 2 tahun meningkat lebih signifikan sebesar 208bps menjadi 7,08%, yang turut mendorong arus masuk asing sekitar IDR70 triliun, sementara yield SRBI naik sebesar 227bps (6 bulan), 243bps (9 bulan), dan 268bps (12 bulan) YTD sehingga kepemilikan asing di SRBI mencapai IDR102,4 triliun per Mei-26.

Selain mempertahankan yield yang kompetitif, BI juga memperkenalkan berbagai langkah tambahan untuk memperkuat stabilitas Rupiah dan meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik. Bank sentral memberikan diskon biaya swap lindung nilai sebesar 10% bagi investor asing serta membuka kembali fasilitas lelang repo tenor 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan, yang mencerminkan pendekatan kebijakan yang semakin komprehensif dalam menjaga stabilitas nilai tukar, mendorong arus masuk modal, dan memastikan likuiditas tetap memadai di tengah lingkungan global yang semakin menantang.

Ke depan, kami menilai BI masih memiliki ruang untuk kembali menaikkan suku bunga sebesar 25bps apabila tekanan terhadap Rupiah kembali meningkat, terutama di tengah sikap bank sentral global yang semakin hawkish dan meningkatnya risiko inflasi. Penurunan cadangan devisa Indonesia sebesar USD11,6 miliar YTD menunjukkan bahwa suku bunga kebijakan kini menjadi instrumen stabilisasi yang semakin penting di samping SRBI dan berbagai instrumen berbasis pasar lainnya, seiring upaya BI menjaga stabilitas eksternal, mempertahankan kepercayaan investor, dan menjaga daya tarik aset keuangan Indonesia.